7. karena Dia
melihat dirinya serba cukup.
8. Sesungguhnya
hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).
9. bagaimana
pendapatmu tentang orang yang melarang,
10. seorang hamba
ketika mengerjakan shalat*,
11. bagaimana
pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran,
12. atau Dia
menyuruh bertakwa (kepada Allah)?
13. bagaimana
pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?
14. tidaklah Dia
mengetahui bahwa Sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?
15. ketahuilah,
sungguh jika Dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik
ubun-ubunnya**,
16. (yaitu)
ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.
17. Maka Biarlah
Dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),
18. kelak Kami
akan memanggil Malaikat Zabaniyah***,
19. sekali-kali
jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu
kepada Tuhan).
* Yang
dimaksud dengan orang yang hendak melarang itu ialah Abu Jahal, yang dilarang
itu ialah Rasulullah sendiri. akan tetapi usaha ini tidak berhasil karena Abu
Jahal melihat sesuatu yang menakutkannya. setelah Rasulullah selesai shalat
disampaikan orang berita itu kepada Rasulullah. kemudian Rasulullah mengatakan:
"Kalau jadilah Abu Jahal berbuat demikian pasti Dia akan dibinasakan oleh
Malaikat".
** Maksudnya: memasukkannya ke dalam neraka
dengan menarik kepalanya.
***Malaikat Zabaniyah ialah
Malaikat yang menyiksa orang-orang yang berdosa di dalam neraka.
Diriwayatkan oleh
Ibnul Mundzir yang bersumber dari Abu Hurairah bahwa Abu Jahal pernah berkata, “Apakah
Muhammad meletakkan mukanya ke tanah (sujud) di hadapan kamu ?” ketika itu
orang membenarkannya. Selanjutnya Abu Jahal berkata: “Demi al-Lata dan al-‘Uzza,
sekiranya aku melihat dia sedang berbuat demikian, akan aku injak batang
lehernya dan kubenamkan mukanya ke dalam tanah.” Ayat-ayat ini (6-19) turun
berkenaan dengan peristiwa tersebut.
Diriwayatkan oleh
Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika Rasulullah saw sedang
shalat, datanglah Abu Jahal melarang beliau melakukannya. Ayat-ayat 6-19 ini
turun berkenaan dengan peristiwa tersebut sebagai ancaman kepada orang yang
menghalang-halangi orang yang hendak beribadah.
Diriwayatkan oleh
at-Tirmidzi dan lain-lain, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas, menurut at-Tirmidzi
hadits ini hasan shahih, bahwa ketika Rasulullah saw sedang shalat, datanglah
Abu Jahal seraya berkata: “Bukankah aku sudah melarang engkau berbuat demikian
(shalat) ?” Nabi Muhammad saw pun membentaknya. Abu Jahal berkata: “Bukankah
engkau tau bahwa di sini tidak ada orang yang lebih banyak pengikutnya daripada
aku ?” maka Allah menurunkan ayat-ayat ini (al-‘Alaq 17-19) sebagai ancaman
kepada orang yang menghalang-halangi orang yang hendak melakukan ibadah dan
merasa banyak pengikut.
Sumber:
asbabunnuzul, KHQ.Shaleh dkk
No comments:
Post a Comment