1. Dia (Muhammad)
bermuka masam dan berpaling,
2. karena telah
datang seorang buta kepadanya*.
3. tahukah kamu
barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa),
4. atau Dia
(ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?
5. Adapun orang yang
merasa dirinya serba cukup*,
6. Maka kamu
melayaninya.
7. Padahal tidak
ada (celaan) atasmu kalau Dia tidak membersihkan diri (beriman).
8. dan Adapun orang yang
datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),
9. sedang ia takut
kepada (Allah),
10. Maka kamu
mengabaikannya.
(‘Abasa: 1-10)
* Orang
buta itu bernama Abdullah bin Ummi Maktum. Dia datang kepada Rasulullah s.a.w.
meminta ajaran-ajaran tentang Islam; lalu Rasulullah s.a.w. bermuka masam dan
berpaling daripadanya, karena beliau sedang menghadapi pembesar Quraisy dengan
pengharapan agar pembesar-pembesar tersebut mau masuk Islam. Maka turunlah
surat ini sebagi teguran kepada Rasulullah s.a.w.
** Yaitu pembesar-pembesar Quraisy yang sedang
dihadapi Rasulullah s.a.w. yang diharapkannya dapat masuk Islam.
Diriwayatkan oleh
at-Tirmidzi dan al-Hakim, yang bersumber dari ‘Aisyah. Diriwayatkan pula oleh
Abu Ya’la yang bersumber dari Anas bahwa Firman Allah. ‘Abasa wa tawallaa (Dia
[Muhammad] bermuka masam dan berpaling0 turun berkenaan dengan Ibnu Ummi
Maktum, seorang buta yang datang kepada Nabi Muhammad saw seraya berkata: “Berilah
aku petunjuk yang Rasulullah.” Pada waktu itu Rasulullah saw sedang menghadapi
para embesar kaum musyrikin Quraisy. Beliau berpaling dari Ibnu Ummi Maktum dan
tetap menghadapi pembesar-pembesar Quraisy. Ibnu Ummi Maktum berkata: “Apakah
yang saya katakana ini mengganggu tuan ?” Rasulullah saw menjawab: “Tidak.” Ayat-ayat
ini (‘Abasa: 1-10) turun sebagai teguran atas perbuatan Rasulullah saw itu.
17. binasalah
manusia; Alangkah Amat sangat kekafirannya?
(‘Abasa: 17)
Diriwayatkan oleh
Ibnu Mundzir yang bersumber dari ‘Ikrimah bahwa ayat ini (‘Abasa:17) turun
berkenaan dengan ‘Utbah bin Abi Lahab yang berkata: “Aku kufur kepada Rabb
bintang.” Ayat ini menegaskan bahwa manusia akan celaka karena kekufurannya.
Sumber:
asbabunnuzul, KHQ.Shaleh dkk
No comments:
Post a Comment