“ 28.(yaitu) bagi
siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus.”
29. dan kamu
tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah,
Tuhan semesta alam.”
(At-Takwiir: 28)
Diriwayatkan oleh
Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim, yang bersumber dari Sulaiman bin Musa. Diriwayatkan
pula oleh Ibnu Abi Hatim dari Baqiyyah bin ‘Amr bin Muhammad, dari Zaid bin
Aslam, yang bersumber dari Abu Hurairah. Diriwayatkan pula oleh Ibnul Mundzir
dari Sulaiman bin al-Qasim bin Mukhaimarah bahwa ketika turun ayat li man
syaa-a mingkum ay yastaqiim ([yaitu] bagi siapa di antara kamu yang mau
menempuh jalan yang lurus) (At-Takwiir: 28), Abu Jahal berkata: “Kalau
demikian, kitalah yang menentukan, apakah mau lurus atau tidak.” Maka Allah
menurunkan ayat berikutnya (At-Takwiir: 29) yang membantah anggapan itu, dan
menegaskan bahwa Allah-lah yang menentukannya.
Sumber:
asbabunnuzul, KHQ.Shaleh dkk
No comments:
Post a Comment